21:39 PM
In train
Untuk kesekian kalinya aku tertinggal kereta saat berlari pintu tertutup, hingga aku harus menunggu 75 menit kemudian. Hari yang sangat melelahkan setelah seharian presentasi. Aku duduk di kursi stasiun, dari ramai hingga sepi orang orang datang dan pergi dengan cepat.
Duduk ku sendiri, aku selalu berfikir mengapa aku merasa sendiri padahal ramai, seperti tidak mempunyai teman. Ada hal yang unik yang selalu aku tabisa lupa, yah tentang nya saat dimana dia datang saat aku patah hati, membuatku nafsu makan dan bisa kembali tersenyum. Namun, aku selalu berfikir mengapa hanya sesaat lebih tepatnya mengapa cepat waktu itu berlalu? Padahal aku sangat butuh kehadirannya dalam hari. Mencium keningku takan bisa ku lupa, dari matanya sangat berbeda tapi dia tabisa menjelaskan, akupun begitu. Seperti aku tak ingin kehilangannya padahal itu pertama kalinya kita berbicara banyak, pertama kalinya aku berani mengajak lakilaki kerumah, karna ya aku juga tidak tau, padahal aku sangat takut sama bapaku. Seperti sesuatu berbeda terjadi, kamu tau? Saat kita pertama jalan di malam minggu, meminum sop durian itu adalah hal pertama yang aku alami. Sudah berulamg kali aku bilang, aku butuh kamu, yeah i need you. Tapi kamu tak pernah menggerti.
Kini? Bisakah kita dekat lagi? Mengajaku pergi lagi? Mengajaku pergi makan bersama? Masijh ingat saat mengajaku berenang? Mengajaku makan uduk di sampai? Mengakalu ke cafe aqaba? Apakah bisa terwujud? Aku selalu berharap tapi Sepertinya kamu sudah tak ingin pergi denganku lagi? 😔.
Aku tahu, kamu sudah menemukan teman baru. Bisakah aku tetap menjadi temanmu?.
Aku tau, semua orang datang untuk pergi, tidak akan ada yang abadi bukan?
Tapi semakin lama, malah aku semakin merindukan. Bisakah dekat seperti dulu? Jadi temanku lagi, selalu ada. Tapi aku takut, aku takut kamu malah menjauh.
Aku nulis ini sambil dengerin lagu suara hati dari melly goeslow diputer berulangulang. Di dalam KRL, sendirian? Ya aku sendri, aku selalu ingat kata sendiri itu dan aku selalu ingat akan kau.
Man?