Senin, 07 Mei 2018

Eldery In Commuter Line

Hari ini saya bertemu dengan lansia laki-laki, dengan sebagian tubuhnya masih kaku dan berjalan belum sempurna. bertujuan satu arah denganku, sebelum menaiki kereta dia lebih dulu pergi padahal aku sangat ingin membantunya jalan tapi untung saja ada orang baik yang memberikannya tempat duduk. tak lama kakek itu memanggil saya untuk duduk disebelahnya. kakek itu berusia 70 tahun tapi fisiknya sangat bugar walaupun ia sedang mengalami struk dan sedang terapi di daerah rangkasbitung. berasal dari cengkareng tak diantar siapapun, aku merasa sedih melihatnya sudah tua dan mengalami struk tak ditemani siapapun. banyak bercerita dalam perjalalan, aku mendengarkan setiap ceritanya, dan ia pensiun TNI. Ada kalimat yang menyentuh hati saya dan sempat membuat air mata saya berkaca-kaca "Anak muda malu ya kalau jalan sama orang tua yang pincang?" aku jawab, saya tidak malu pak. lalu mengatakan lagi " walalupun anak mengirimkan banyak uang tapi sebenarnya orang tua hanya ingin berkumpul bersama anak-anaknya, ingin ditemani untuk berobat, bagaimanapun mereka sudah memiliki keluarga dan saya hanya bisa menyadarinya bahwa anaknya buat miliknua seutuhnya, ada tanggung jawab dalam keluarga nya. lalu aku berfikir, apakah orang tua aku juga merasakan apa yang orang tua itu rasakan setelah semua anaknya pergi? lalu orangtua kita sakit dan pergi berobat sangat jauh sendirian?. aku sangat sedih