Yeah, berdiam sektika seperti patung ,
tak mampu berkata apapun muluku terasa bisu sekejap entah apa yang ku lihat dan
ku dengar , selamat kau telah mematahkan hatiku , bahkan sayapku yang seperti
malaikat yang selalu memahamimu dengan tulus kau patahkan .
Kau , tak mmpu aku menjelaskan tentang
dirimu , bahkan dirimu kini masih aku simpan . ingin rasanya aku membencimu,
mengancurkan apa yang kau jalani dengannnya, ingin rasanya aku menghamprimu “apa
yang telah kau lakukan padaku?” . aku ingin rasanya membunuhmu tapi bukan
ragamu melainkan jiwamu . aku tak membenci dirimu tapi aku membenci sifatmu ,
aku benci hatimu , aku benci apapun yang telah kau lakukan hingga melukai suatu
perasaanku .
Aku sedih,aku kecewa, bahkan sangat
sangat kecewa . malam ini gelap , segelap hatiku tanpa cahaya . dan saat ini
aku bahkan mulai merasakan hal dulu bagian part dalam cerita hidupku yang takan
aku buka kembali , yah ini bagian dimana “aku merasa kurang berselera mencintai
seorang lelaki” peasaan ini hadir kembali .
Aku sudah berjalan cukup jauh, mungkin
aku berlari kencang meninggalkan kengangan buruku , masalalu burukku , semua
orang yang aku anggap lenyap . dan kini kau berhasil mendobrak lorong gelap
yang saat ini aku merasakan perasaan ini.
Mengapa kau meninggalkan
ku ? aku salah ? .
Aku
memang tidak cantik , ya . banyak orang termasuk mamaku sering berkata “ tidak
cantik tapi kau anak manis yang berhati cantik” , aku tak sempurna tapi mereka
benar . aku tak mengerti apa yang selalu dalam fikiranmu.
Aku
mersakan terjun dari gedung teratas , terhempas angin dan tenggelam dalam
lautan berdiam di dasar laut ,dan aku memikirkan apa salahku ,lelaki selalu
mematahkan hatiku dengan meninggalkan ku tanpa sebab . kau tak mengerti
mendengar kabarmu dan kau telah dengan yang lain , lebih tepatnya kau
berhubungan dengan perempuan lain , kau tau perasaanku ? kau tau rasanya jadi
perempuan ? dia selalu diam ketika dia merasa sakit untuk diungkapkan .
seharusnya kau jelaskan padaku , atau bahkan usaikanlah saja hubungan kita .
aku tak mengerti jalan fikiranmu , tak seharusnya kau bermain dengan perasaanku
,karna aku bukan lagi seperti anak 3 tahun yang selalu dibohongi ibuku ketika
pergi.
Kau bermain-main denganku
? ini bukan permainan, kau bodoh . aku hanya bisa menulismu dalam ceritaku tanpa
kau harus membacanya . terimakasih dan selamat , dan temanku bilang kau adalah
lelaki brengsek yang berani menyakiti perempuan baik sepertiku .