Senin, 14 September 2015

Hujan pelangi

Telah kulewati ratusan hari dan waktuku menunggumu. Hujan selalu mengerti perasaanku kala itu, kala ku kehilanganmu saat mendung tiba. Ku pejamkan mata itulah satusatuya agar aku bisa melihatmu dalam benakku. Namun tetes hujan yang jatuh ke bumi membuatku ingin terbang ke atas awan melawan hujan. Hujan itu seperti membawaku kearahmu apakah kau hujan?…
Kakiku melangkah dalam kerapuhan, kehilangan,  yaa…kehilangan dia saat itu.
Menyakitkan bukan, tibatiba kehilangan seseorang tanpa berpamitan?
Perlahan aku mencoba untuk menatap langit, namun hujan telah tiada, aku merasa diriku lebih baik .
duduk ku di ayunan tanpa teman, lalu ku lihat pelangi datang setelah hujan, apakah ini dirimu? Setelah membuatku ke masa sulit kau hadir dengan membuatku tersenyum dan bahagia? …
Tak ku hitung brapa hari ,waktu,musim ku lewati dan itu hanya ku yakin kau akan kembali dalam setiap hariku.
Saat ku mulai bangkit dan berdiri dalam hati yang rapuh, kau kembali …
Aku seperti bermimpi, kau kembali?
Yaa,kau kembali lagi?
Apakah kau berubah ? Aku takut saat itu.
Aku bertanya pada diriku sendiri, apakah kau hadir untuk meninggalkanku lagi atau akan tetap selamanya?? …
Karna kau takan pernah tau,rasa ini sulit ku hilangkan.meskipun berapa kali ku mencoba membuka hati untuk yang lain selain dirimu.
Haha,, aku tak mengerti dengan ini, seperti ku yakin kau akan tetap tinggal.
Kini,kau selalu hadir dalam setiap hariku,dan selalu ada dalam malamku sebelum tidur.walaupun hanya tulisan dalan sebuah layar, hingga larut malam.
Aku benci saat kau serius aku tertidur pulas,aku merasa membenci diriku.
Jangan kau pergi lagi,karna aku benci saat kehilanganmu dan tak bisa mencarimu.
Tetaplah jadi pelangiku untuk mewarnai hariku. Agar aku bisa lebih kuat dan bersemangat :).
¶hujan dalam pelangi
15 sep 15 ||08:10 am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar